Disini penulis akan menceritakan cerita yang paling suram. Paling menakutkan. Dan paling menegangkan. Karena, penulis tidak sempat memakan mie Indomie, karena memakan Mie Sedap :( Ini ceritaku, apa ceritamu?
***
Ghena adalah seorang banci yang berwajah cantik dan berbudi pekerti luhur (?) *Banci? Ini penulis yang salah cerita atau emang penulis cantik jelita (?)* Hakim memutuskan skenario diubah dari Banci menjadi seorang Gadis berwajah sangat cantik dan berhati mulia. Dia sudah yatim karena ibunya telah meninggal dunia yaitu si ratu Senin. Dia meninggal karena OverDosis untuk bertemu Briptu Norman. Dan disaat ajal menjemputnya pun dia masih bernyanyi Chaiya Chaiya. Miris sekali hidupnya. Dialam sana dia menyewa studio musik, keinginannya untuk menjadi penyanyi Solo pun diwujudkannya dengan berduet dengan Michael Jackson. Ayahnya si Raja Panci terbesar didunia dengan koleksi pancinya sebesar anak Singa menikah lagi dengan seorang Janda bernama Dinda yang terkenal dengan kejahatannya? Omaigat. Dengan kejelekannya? Alhamdulilah. Dia membawa dua orang anak yaitu Beras yang badannya seperti karung beras 100 Kg (?) dan Cepa yang seperti Ceper ayam (?) Maksudnya Ceker Ayam. Si Raja Panci sangat menyayangi si Ghena dan membuat Beras dan Cepa sangat iri kepadanya.
***
Sayang, Sayang beribu kali Sayang (?) *Penulis nyanyi loh xD* tak berapa lama RAJA PANCI pun Ikut menyusul RATU SENIN untuk menjadi penyanyi Solo dialam sana, karena Raja Panci ingin mendapat tanda tangan Michael Jackson. Kini Ghena pun menjadi gadis Yatim Piatu :'( Hiks.. Hiks.. *srroot*.
Ghena hidup bersama Ibu tirinya yaitu DINDA dan dengan saudara tirinya yaitu Beras dan Cepa. Mereka sangat benci, benci dengan Ghena. Apakah yang akan dilakukan mereka? *Gaya mulut seperti pembawa acara Insert Investigasi, dan mata dibelo-belokan.* Hal ini disebabkan karena Kutu dikepala Ghena lebih banyak dari dikepala mereka. Sehingga mereka takut akan kehabisan makanan dan akan mengambil kutu dikepala Ghena #eh #salahcerita. Maksudnye, karena wajah Ghena lebih rupawan dan cantik daripada mereka :p *Tuhkan, baik kan gue,ghen? Lu disini gue puji-puji. Gue tunggu bayaran dari diri lo (?)*.
Mereka berusaha agar penampilan Ghena tampak jelek dan buruk seperti beast, untuk itu setiap hari mereka menyuruh Ghena menyapu dan mengepel lantai sepanjang hari dengan bulu keteknya =,= #Berartibuluketeknyapanjangdongya?-,- . Dan pakaian yang diberikan adalah pakaian dari daun pisang bekas memanggang Ikan.
Jika malam tiba, Ghena harus tidur di dapur, dipojok dekat tempat sering masuk dan keluarnya si Tupai.
***
Sementara itu, Raja Ojy sangat merasa pusing dan sangat pusing karena BH nya (?) dibawa kabur Maling. Enggak deh, Raja Ojy pusing karena putranya yaitu Pangeran KEPITING sudah dewasa dan berotak mesum masih belum mempunyai seekor Istri. Pangeran kepiting sering mendapat julukan: Cicak nungging dan Kepiting Bantet Cina dari Sendal cantik :3. Perdana menteri Tupai mengusulkan kepada Raja Ojy agar mengundang Banci-banci diseluruh negeri untuk hadir didalam pesta bersama Pangeran :P.
"Baik, Gueh setuju dengan saran Loeh itwu. Sekarang Loeh harus Keliling negeri mengumumkan Rencanah Kitya. Okey, kalo Loeh gugh Bisha, LOEH GUEH END~" Perintah Raja Ojy dengan gaya Ngondek dan Alay nya yang Khas seantero Negeri.
"Siap,Cintakuh :*" Sahut Perdana Menteri Tupai =,=.
***
Usul Perdana Menteri Tupai Disetujui oleh Raja Ojy. Maka sang sang Perdana Menteri menyampaikan pengumuman kepada para Penghuni taman Lawang bahwa Putra Raja Ojy mengadakan pesta besar-besaran di Istana.
"Helloww~ Siapkan yah diri Loe-Loe itu! Siapa saja yang ngerasa Dirinya berwajah Cantik boleh ikut ke pesta Raja, Okeh~ See you. Gueh mau gudbay. Babay~" Kata Perdana Menteri Tupai lalu melenggak-lenggokkan badannya dan pantatnya meninggalkan tempat itu.
Dua Saudara tiri Ghena mendengar pengumuman itu. Mereka sangat gembira dan sepanjang hari asik senyum-senyum sendiri. Sehingga disangka orang gila, dan untung dizaman itu tidak ada Rumah Sakit Jiwa.
Beras dan Cepa sibuk memilih gaun pesta, Perhiasan permata dan bulu-bulu ketek mereka dipakai untuk menghiasi Rambutnya.
"You- You, sini. You harus membantu gueh menyisir bulu ketek ini, biar bisa sampe ke rambut gueh!" Perintah Beras kepada Ghena.
Ghena berusaha sebaik-baiknya agar mereka nampak cantik. Ghena hanya menahan mualnya saat menderebonding dan menyisir bulu ketek Beras panjangnya melebihi jembatan Sura Madu dan penuh kutu. Namun, percuma saja, Bulu ketek Ghena nampak jauh lebih cantik daripada bulu ketek mereka.
Ketika malam pesta tiba, Ghena menjadi amat sibuk dan sangat sibuk seperti Lady Gaga mengurusi kambing-kambingnya untuk membantu Beras dan Cepa mengenakan gaun pesta. Sampai akhirnya, keduanya melihat ke cermin sekali lagi dan berangkat.
***
"Ohh,, betapa gue juga pengen pergi kesanah," Bisik Ghena pada dirinya sendiri namun tidak bisa karena mulutnya tidak sampai ke telinganya sendiri. Tiba-tiba terdengan suara seseorang dibelakangnya.
"Loe bisa koQs pergi Ke sanha,"
Ghena berbalik dengan cepat dan tidak ingat bahwa dibelakang nya ada tembok dan Alhasil dia kejedot.
"Aduh! Tembok gak berprikemanusiaan, udah tau gue mau berbalik. Lo gak ngehindar lagi, alhasil kan gue jadi kejedot gini" Ghena marah-marah kepada Tembok tersebut. Si tembok melotot (?) dan terlihat belo. Tidak seperti Pangeran Kepiting, walaupun melotot matanya tetap tenggelam.
"Loe tuh yang gugh liat-liat. Udah tau gueh ada dicini, lo asal berbalik ajah!" Ucap Tembok tidak terima sambil berpose ria. Ghena cuma memanyunkan bibirnya melebihi jembatan Ampera.
"Gue adalah bidadari," Ucap orang yang berada didepan Ghena.
"Gue gak nanya!" Jawab Ghena ketus sambil mengusap-ngusap jidatnya.
1
2
3
"HAH?? BIDADARI?? SUMPEH LOH?? GUGH BOONG KAN?? KYAAAA.. MINTA TANDA TANGANNYA DONG," Teriak Ghena histeris sambil mengguncang-guncang tubuh sang Bidadari dan memeluknya erat. #SumpahSalahCerita =,=
"Iye. Iye. Gue bidadari! Nyesel gue kesini mau bantuin lo! Tau-tau gue dipeluk gini gue sampe sesek nafas gue!" Bidadari Azizah Sapia Ngomel-ngomel kepada Ghena. Ghena mengeluarkan tampang polosnya seperti anak kucing minta dipungut.
"Mau bantuin gue?" Tanya Ghena dengan mata berbinar-binar.
"Iye. Gue mau bantu lo biar bisa pergi ke pesta pangeran Kepiting Bantet. Sekarang, lo cari Labu buat gue yang besar-besar!" Perintah Bidadari Sapia. Ghena lari dengan gembira ke kebun sambil menyanyi cicak cicak di dinding.
"Ini labunya!" Ucap Ghena kepada Bidadari sambil megap-megap. Bidadari mengayunkan tongkatnya,
"Tolong dibantu yak, Jadi apa prok-prok-prok!" Buah labu itu berubah menjadi sebuah kereta bajaj yang berhiaskan emas hasil tambangan dengan 2 orang pengawal ganteng mirip tukul dan udin sedunia.
"Udah kan? Sekarang gue mau pulang!" Ucap Bidadari Sapia sambil memutar tongkat didepan dada.
"Baju gue belom lo sihir. Kan diskenario baju gue jadi bagus gimana gitu!" Protes Ghena. Bidadari menepok jidatnya.
"Omaigosh! Gue lupa!" Ucap Bidadari Sapia dan lalu menyihir baju Ghena. Dan setelah itu pergi dari sana dan menghilang ke alam asalnya (?).
***
Ketika Ghena tiba di pesta, semua orang terlihat tercengang melihatnya. Ghena menjadi GeEr sendiri dilihat seperti itu.
"Hey. Sepatu lo ketuker tuh!" Celetuk seseorang. Ghena langsung melihat ke arah kakinya dan dilihatnya Sepatu Kaca yang ia pakai memang tertukar. Yang seharusnya dikanan ada dikiri dan yang seharusnya ada dikiri menjadi dikanan. Ghena langsung memperbaiki kesalahan yang sangat darurat itu. Lalu berjalan seperti putri Kate agar menutupi kesalahannya. Semua berjalan seperti biasa.
***
"Ghena, kau sangat cantik sekali, namun......" Ucap sang Pangeran Kepiting berhenti.
"Namun kenapa Pangeran?" Tanya Ghena. Pangeran Kepiting seakan-akan berat mengatakannya.
"Namun, kau harus memotong bulu ketekmu itu!" Ucap Sang Pangeran. Benar saja, bulu ketek Ghena terhampar sangat panjang dari tempat dia berdansa dengan pangeran sampai keluar yang berjarak 500 meter. Ghena menunduk lalu melihat jam yang tertera ditangannya. Sudah menunjukkan jam 12 malam. Ghena lalu tergesa-gesa keluar dari Istana. Pangeran pun Bingung, karena tak tau apa sebabnya Ghena pergi. Sian deh, ngenes amat hidup lo. Pangeran mengejar Ghena, namun dia sudah tidak terlihat lagi. Yang hanya tertinggal serpihan kutu yang tertumpuk diatas tangga.
"Walaupun hanya kutu ini, aku akan tetap mencarimu!" Ucap sang pangeran Kepiting lalu memungut kutu-kutu itu dan menciumnya :O
***
Pangeran Kepiting mencari sosok Ghena dengan mengunjungi setiap rumah penduduk yang terdapat anak Gadis disana. Namun tidak ada ukuran kutu yang sama dengan kutu yang tertinggal di Istana semalam.
Akhirnya, pangeran telah Sampai dirumah Ghena. Ghena dikunci, dikurung di sebuah kamar oleh Mama Tirinya yaitu Dinda.
Kedua saudara tiri Ghena yaitu Beras dan Cepa ikut mencoba mencocokkan kutu yang mereka punya dengan kutu yang dibawa sang pangeran. Namun tidak ada yang Pas.
"Apakah ada gadis lagi dirumah ini?" Tanya Perdana Menteri Tupai dengan gaya Khasnya yaitu Ngondek.
Terpaksa akhrinya Dinda mengeluarkan Ghena dari kamar. Dan ikut mencoba mempaskan kutu yang ada didirinya dengan kutu yang dibawa Pangeran Kepiting. Dan anda tau hasilnya? PAS! Dan seketika Ghena berubah menjadi Gadis si Bulu Ketek Panjang seperti yang ada dipesta sang Pangeran Kepiting kemaren Malam.
"Inilah mempelaiku yang sejati!" Ucap sang Pangeran Kepiting menangis terisak dengan penuh derai air mata. "Ayo ikut denganku ke Istana!" Ajak sang Pangeran Kepiting.
"Tapi ada satu syarat apabila kau cinta padaku!" Ucap Ghena.
"Apa itu?"
"Kau harus mencium ketekku selama 2 menit!" Ucap Ghena dan Pangeran Kepiting menyanggupinya. Lalu mencium ketek Ghena. Setelah Itu berbahagialah mereka.
***
THE END!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar